Wajah Lain Media Sosial Yaman

Ruang digital Yaman selama ini kerap dipersepsikan dipenuhi oleh konten krisis politik dan konflik berkepanjangan. Persepsi itu tidak sepenuhnya keliru, namun juga tidak menggambarkan keseluruhan realitas yang berkembang di media sosial negara tersebut.

Di balik dominasi berita politik, terdapat kanal-kanal yang justru menyoroti sisi lain kehidupan di Yaman. Salah satunya adalah kanal YouTube @al-mukalla yang secara konsisten menghadirkan pembaruan pembangunan Kota Al Mukalla di Hadramaut.

Kanal tersebut menampilkan proyek infrastruktur, penataan kota, jalan, pelabuhan, dan fasilitas publik. Kontennya jauh dari perdebatan elite politik yang kerap mendominasi ruang digital Yaman.

Keberadaan kanal semacam ini menunjukkan bahwa tidak semua kreator konten Yaman menjadikan krisis sebagai bahan utama. Ada upaya mendokumentasikan proses normalisasi kehidupan dan pembangunan di tengah situasi sulit.

Memang harus diakui, sebagian besar kanal populer di YouTube dan platform media sosial lainnya dipenuhi konten politik. Konflik, perseteruan elite, dan dinamika kekuasaan menjadi magnet utama perhatian publik.

Bahkan, figur-figur resmi negara turut memperkuat tren ini. Tidak sedikit pejabat, termasuk menteri di bidang ekonomi, yang menggunakan akun media sosial mereka hampir sepenuhnya untuk menyampaikan narasi politik.

Akibatnya, isu-isu non-politik seperti ekonomi riil, inovasi, dan pengembangan teknologi kerap tenggelam dalam arus konten konflik. Padahal sektor-sektor tersebut tetap bergerak, meski tanpa sorotan besar.

Di luar kanal politik arus utama, terdapat banyak akun yang mengangkat tema inovasi, teknologi sederhana, pertanian modern, hingga solusi energi alternatif. Konten-konten ini sering kali lahir dari inisiatif individu atau komunitas kecil.

Sayangnya, kanal-kanal tersebut umumnya memiliki jumlah pengikut dan tayangan yang terbatas. Algoritma platform lebih menguntungkan konten sensasional dan kontroversial, membuat narasi positif sulit menembus arus utama.

Meski demikian, keberadaan mereka menjadi penanda penting bahwa masyarakat Yaman tidak sepenuhnya terjebak dalam diskursus konflik. Ada kebutuhan untuk berbagi pengetahuan praktis dan inspirasi pembangunan.

Beberapa kreator fokus pada teknologi tepat guna yang relevan dengan kondisi lokal. Mulai dari pengelolaan air, pemanfaatan energi surya, hingga inovasi pertanian di wilayah kering.

Di sektor ekonomi, muncul kanal yang membahas kewirausahaan kecil dan menengah. Mereka berbagi pengalaman mengelola usaha di tengah keterbatasan dan ketidakpastian.

Konten edukasi juga mulai bermunculan, meski masih sporadis. Beberapa kanal menyajikan materi pembelajaran, pelatihan keterampilan, dan diskusi pengembangan sumber daya manusia.

Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial Yaman berfungsi bukan hanya sebagai arena konflik narasi politik. Platform digital juga menjadi ruang bertahan dan berkreasi bagi sebagian masyarakat.

Kanal seperti @al-mukalla menjadi contoh bagaimana media sosial bisa digunakan untuk mendokumentasikan proses pembangunan lokal. Meski sederhana, dokumentasi ini memiliki nilai historis dan sosial yang penting.

Pengamat media menilai keberagaman konten ini belum mendapatkan perhatian yang layak. Dominasi narasi konflik membuat wajah lain Yaman jarang terlihat oleh publik internasional.

Padahal, representasi yang lebih seimbang dapat membantu mengubah persepsi dunia terhadap Yaman. Negara ini bukan hanya zona krisis, tetapi juga ruang kehidupan yang terus beradaptasi.

Tantangan terbesar kanal non-politik adalah keberlanjutan. Keterbatasan sumber daya dan minimnya dukungan membuat banyak kreator berhenti di tengah jalan.

Namun selama kanal-kanal ini terus muncul, ada harapan akan terbentuknya ekosistem konten yang lebih beragam. Setiap video pembangunan, inovasi, dan pendidikan menjadi penyeimbang narasi konflik.

Media sosial, dalam konteks ini, menjadi cermin kompleksitas Yaman. Krisis memang ada, tetapi di sela-selanya, kehidupan, kreativitas, dan upaya membangun masa depan tetap berjalan.

SHARE

About peace

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Terbaru